Pages

Minggu, 26 Maret 2017

Resume Motivasi


Hallo.. selamat siang semuanya J Bagaimana dengan wekeend mu? Pada siang ini , saya akan membagikan mengenai resume tentang Motivasi diblog saya ini. Semoga bermanfaat
Selamat membaca J

MENGEKSPLORASIKAN MOTIVASI
Apa itu motivasi? Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah,dan kegigihan perilaku. Nah,jadi dari pengertian motivasi diatas, kalian udah pada tau kan?tanpa kita sadari setiap detik kegiatan yang kita lakukakn itu atas dasar adanya motivasi.

Perspektif tentang Motivasi
Perspektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan perspektif yang beda pula. Berikut adalah 4 jenis perspektif.
Yang pertama Perspektif Behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi pada murid. Intensif merupakan kejadian atau stimuli positif atau negatif yang dapat memotivasi perilaku murid. Sebagai contoh “ si claudya dijanjikan oleh gurunya dia akan menjadi ketua kelas apabila dia mampu meningkatkan prestasinya “
Yang kedua Perspektif Humanistis yang menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian,kebebasan untuk memilih apa yang menjadi keingnan mereka. Menurut hierarki kebutuhan konsep maslow bahwa kebutuhan individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut : fisiologis,keamanan,cinta dan rasa memiliki, harga diri,dan aktualisasi diri.
Yang ketiga Perspektif Kognitif merekomendasikan agar murid lebih diberi banyak kesempatan dan tanggung jawab untuk mengontrol hasil prestasi mereka sendiri. Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W. White yang mengusulkan konsep Motivasi Kompetensi yakni ide bahwa orang bermotivasi untuk menghadapi lingkungan secara efektif,menguasai dunia mereka,dan memproses informasi secara efisien.
Yang terakhir yaitu Perspektif Sosial. Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan yaitu motif untuk berhubungan dengsn orang lain secara aman. Membutuhkan pembentukan,pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab.
MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU
    (a)   Motivasi Ekstrinsik yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan) . Biasanya sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman.
   (b)   Motivasi Intrinsik yaitu motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Salah satu pandangan tentang motivasi intrinsik menekankan Determinasi Diri dan Pilihan Personal. Dalam pandangan ini murid ingin percaya bahwa mereka melakukan sesuatu karena kemauan sendiri,bukan karena paksaan atau imbalan eksternal.
     Proses Kognitif lainnya
   Teori Atribusi menyatakan bahwa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri,orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Atribusi adalah sebab-sebab yang dianggap menimbulkan hasil. Bernard Weiner mengidentifikasi tiga dimensi atribusi kausal ; (1) Lokus,apakah sebab itu bersifat eksternal/internal bagi si aktor ; (2) kemampuan/stabilitas , sejauh mana sebab-sebab itu tetap tak bisa diubah atau dapat diubah ; dan (3) Daya kontrol, sejauh mana individu dapat mengontrol sebab tersebut.
      Motivasi untuk menguasai
     Para periset mengatakan bahwa penguasaan sebagai salah satu dari tiga tipe orientasi prestasi ; penguasaan , tak berdaya dan kinerja. Orientasi untuk menguasai pandangan personal yang melibatkan penguasaan atas tugas,sikap positif dan strategi berorientasi solusi. Orientasi tak berdaya menyebutkan pandangan personal yang fokus pada ketidakmampuan personal,atribusi kesulitan pada kurangnya kemampuan dan sikap negatif. Orientasi kinerja menyatakan pandangan personal yang lebih menitikberatkan pada kinerja / hasil ketimbang proses-nya. Bagi murid berorientasi kinerja,kemenangan atau keberhasilan adalah penting dan kebahagiaan dianggap sebagai hasil dari kemenangan.
    Self-effacy , pendekatan Behavioral dan Kognitif Sosial memperkenalkan Konsep Self-effacy ; keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan memproduksi hasil positif.
     
     MOTIVASI,HUBUNGAN DAN KONTEKS SOSIOKULTURAL
    Motivasi mengandung komponen sosial. Selain motif untuk berprestasi,murid juga punya motif sosial. Bahasan kita tentang dimensi sosial dari motivasi ini akan difokuskan pada motif sosial,hubungan sosial,dan konteks sosiokultural dari murid.
     Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial. Perhatian terhadap motif sosial muncul dari katalog kebutuhan/motif yang disusun Henry yang mencakup kebutuhan akan afiliasi atau keterhubungan,yakni motif untuk merasa cukup terhubung dengan orang lain.
   Hubungan Sosial . Hubungan Murid dengan orangtua,teman sebaya,kawan,guru dan mentor,dan orang lain,dapat memengaruhi prestasi dan motivasi sosial mereka.
     Konteks Sosiokultural . Membahas bagaimana latar belakang status sosioekonomi,etnis,dan gender bisa
     memengaruhi motivasi dan prestasi. Fokus utamanya adalah pada diversitas.

     MURID BERPRESTASI RENDAH DAN SULIT DIDEKATI
     Salah satu aspek yang sulit dalam mengajar adalah bagaimana membantu murid yang berprestasi rendah dan susah didekati. Jere Brophy mendeskripsikan strategi untuk meningkatkan motivasi dua jenis murid yang susah didekati dan berprestasi rendah ini : murid yang tidak semangat dan kurang percaya diri dan kurang bermotivasi untuk belajar , murid yang tidak tertarik atau terasing.
1.      Murid yang tidak semnagat mencakup (a) Murid berprestasi rendah dengan kemampuan rendah yang sulit untuk mengikuti pelajaran dan punya ekspetasi prestasi yang rendah , (b) murid dengan sindrom kegagalan; dan (c) murid yang terobsesi untuk melindungi harga dirinya dengan menghindari kegagalan.
2.      Murid yang tidak tertatik atau terasing
Brophy percaya bahwa problem motivasi paling sulit adalah murid yang apatis,tidak tertarik belajat,atau teralineasi atau menjauhkan diri dari pembelajaran sekolah. Bagi mereka berprestasi disekolah adalah hal yang tidak penting, untuk mendekati murid yang seperti ini dibutuhkan usaha terus-menerus untuk mensosialisasikan kembali sikap mereka terhadap prestasi sekolah.
Baiklah teman-teman, itu dia resume mengenai Motivasi. Saya berharap,tulisan saya ini bermanfaat buat teman-teman semuanya.
Terimakasih J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar